23 July 2012

kesempatan

datang memenuhi undangan-Mu kembali ke tanah suci mekkah dan madinah
diantara tugas dan ibadah tak dapat kusembunyikan rasa syukur ku datang kembali kesana
banyak hal yang ingin ku ceritakan pada-Mu ya Rabb...

terima kasih atas semua nikmat-Mu dan pelajaran dari-Mu, Kau berikan hadiah terindah-Mu
setelah kesedihan yang aku pikir tak akan pernah menghilang dari diriku.
kesempatan kedua bukanlah sebuah kemewahan, Allah memberikan itu setiap hari kepada kita
untuk memperbaiki diri... hanyalah diri yang sombong yang menyangkal itu...

ya Rabb undang lah kembali diri hamba dan kekasih hati hamba ke tanah_Mu yang suci,
kami ingin menguatkan ikrar cinta kami di rumah-Mu yang suci...
semoga kami memperoleh ridho-Mu di dunia dan di akhirat nanti... Aamiin

20 July 2012

i asked

i asked Allah for strength and Allah gave me difficulties to make me strong,
i asked Allah for wisdom and Allah gave me problems to solve,
i asked Allah for courage and Allah gave me obstacles to overcome,
i asked Allah for favors and Allah gave me opportunities,
i asked Allah for love and Allah gave me troubled people to help,

thank you Allah for showing me what fake and pretend love was,
i have learned not to ask for second chance from a person..
thank you Allah for showing me a true and real love now,
i promise to take care this beautiful gift Allah have gave me...

maybe i received nothing i wanted, but i believe have received everything i needed...

02 July 2012

wisata kenangan

Pagi hari sabtu terakhir di bulan juni, aku dan dia bersama ribuan warga ibukota lainnya memadati jalan tol cipurbaleunyi menuju kota kembang. Kopi, peanut butter sandwich dan cookies jadi teman sarapan kita sambil melaju.

Tiba di kota kembang kita berhenti di kawasan taman seberang gasibu, dia bercerita tentang masa-masa dirinya menjadi mahasiswi sastra jepang di unpad. Lalu dia menunjukkan dimana tempat kostnya dan kita makan siang lebih awal di sebuah rumah makan kecil tempat biasa dimana dia makan sehari-harinya, tak jauh dari kost-an nya. Lompat dari satu factory outlet ke factory outlet jadi acara kita selanjutnya, tak terasa bawaan kiri kanan sudah memenuhi tangan. Mulai agak lapar terpikir untuk cari-cari makan.

Setelah menelurusi kota mencari makanan yang lebih ringan untuk menganjal perut yang mulai kosong. Akhirnya kita menemukan warung bakso yang dulu jadi langganan dia. Semangkok mie bakso dan semangkok yamin bakso serta 2 gelas es jeruk jadi panganan yang menyegarkan siang itu.
Surabi di warung setiabudi jadi penutup jalan-jalan nostalgila kita di kota kembang, jam 17.30 kita melewati pintu tol pasteur kembali ke ibukota. Pemandangan paling indah saat perjalanan kembali ialah melihat dia tertidur sambil tersenyum dengan nyamannya.

Berat rasanya meninggalkan kota penuh kenangan ini, namun kita berjanji akan kembali lagi bersama kapanpun waktu tersedia untuk menghapus kangen akan kota kembang.
Janji ku pada dia, suatu hari nanti aku kan membawa dia wisata kenangan ke kota dimana aku berkuliah di benua kangguru.