21 June 2012

satu di duapuluh

Aku mengenalmu lewat matamu menuju hatimu,
menjadikanmu kekasih melalui rasa dan percayaku,

Aku dapat merasakan seperti apa aku dalam pandanganmu,
selayak apa aku dalam kehidupanmu...

Meski dengan kekurangan dan keterbatasanku,
kamu tulus menerima dan mencintaiku

Aku telah menulis namamu di hatiku sejak awal kita bertemu,
takkan pernah terganti apalagi terhapus...

Yang kita lalui sekarang masih sangat pendek waktunya,
masih akan ada tanggal 20 dibulan-bulan dan tahun-tahun mendatang

Duhai putri yang tercinta kita kan bersama sekarang, nanti dan selamanya


11 June 2012

perjalanan

Sabtu pagi itu terasa masih sangat sejuk, matahari tersenyum malu-malu dibalik awan perak dan tanah pun masih terasa basah sisa hujan semalaman.
Mystery trip pertama kita pun dimulai, beranjak dari kediamanmu dengan perasaan gembira dan penasaran, kita menyusuri jalan ramai menuju jalur bebas hambatan tanpa tahu akan kemana hati dan pikiran kita kan membawa. Kerinduanku padamu yang amat sangat terbalas oleh kehangatan senyuman dan sentuhanmu sejak perjalanan kita mulai.
Segelas susu strawberry dingin dan mango ice tea menemani santap pagi di perhentian kita yang pertama hari itu. Lanjut menyusuri jalan di daerah pegunungan, kita pun akhirnya berhenti di sebuah kota dimana aku berasal. Beberapa kotak kue mocci menjadi buah tangan perjalanan kita kembali ke ibukota saat mentari mulai menghilang di sebelah barat.
Perjalanan hari itu di akhiri dengan menikmati mie ceker dibilangan selatan ibukota, bahagia yang kurasakan tak terkira, akhirnya ada yang dengan tulus menemani perjalanan tanpa tujuan yang biasa kulakukan seorang diri. Banyak hal menarik yang pertama kali aku lakukan bersama dia, ada banyak persamaan dan perbedaan yang terjadi di mystery trip pertama ini.
Una Princesa, perjalanan kita masih akan panjang dan masih akan selalu bentuknya misteri, akan banyak cerita bahagia, sedih, suka dan duka di dalamnya. Tetaplah bersama ku, kan kita lewati semuanya bersama menuju tujuan mulia kita...