12 September 2011

10 Tahun 9/11

New York, satu dari lima kota dimana aku merasa nyaman seperti di rumahku sendiri. Kota yang tidak pernah tidur, terlihat dingin dan keras, namun "the big apple" akan selalu menarik bagi siapapun yg mengunjunginya. Pagi itu tanggal 9 September 2001 disana semua berjalan seperti biasanya tanpa peringatan apapun pada sesuatu yang akan tertulis pada sejarah kelam peradaban manusia. Dimana manusia yang mengikuti hawa nafsunya memusnahkan sesama manusia dengan mudahnya hanya berdasarkan kekecewaan dan dendam.

10 tahun sudah tragedi itu berlalu, kejadian yang mengubah dunia yang kita tempati sekarang ini. Disaat kita meneriakan perdamaian, menghancurkan dinding-dinding yang memisahkan kita sebagai penghuni bumi ini, kejadian itu begitu cepat membalikan semua yang telah kita perjuangkan bahkan negara yang paling siap pun tak sadar akan apa yang telah terjadi.

Tak peduli ras, bangsa atau agama apapun yg merencanakan dan melakukan kegiatan yang paling keji setelah berakhirnya perang dunia. Mereka telah mengkhianati ajaran-Nya, perkataan-Nya bahkan dengan berani melanggar larangan dari Sang Maha Kuasa, sesuatu yang bahkan iblis pun tidak pernah atau berani melakukannya.

Luka itu tak kan hilang dalam 10, 100 atau mungkin 1000 tahun yang akan datang. Mengapa kita sibuk bermain api dengan hal sudah ditetapkan ribuan tahun yang lalu "untuk mu agama mu, untuk ku agama ku". Tidak kah banyak hal yang lebih penting yang harus kita lakukan sekarang untuk hidup di masa nanti ?

Mungkin kita tak kan menemukan jawabannya sekarang, namun nanti ada waktu lebih dari 50,000 tahun dimana kita akan tahu segala sesuatu yang menjadi rahasia saat ini. Dunia ini sudah tua, sudah hampir selesai ceritanya, bahkan kita sendiri tidak tahu apakah kita akan masih melihat dunia ini esok hari. Lalu apakah ini yang akan kita tinggalkan kepada generasi pengelola dunia yang selanjutnya ? Semoga tidak, akan terlalu suram, akan terlalu berat bagi mereka yang hidup di akhir jaman.

Berhentilah sebelum engkau sadar semuanya sudah terlambat, dimana akhir cerita itu akan dimulai pada suatu hari Jumat

No comments:

Post a Comment